Senin, 11 Juni 2012

Cinta Pertama Memang Sudah Berlalu, Namun Apakah Sulit Dilupakan?

Cinta cinta cinta, kalo udah omong soal begini. Semua orang memiliki kisah yang menarik dalam hal ini. Boleh nanya gak ? Kapan pertama kali anda jatuh cinta ? Ayoo Mikir. Saya sendiri lupa, saat itu saya jatuh cinta atau cuman tertarik.Lalu kapan mulanya saya benar-benar jatuh cinta ? Mikir lagi. Hmmm ketika si dia, pertama kali aku kenal saat masuk tahun ajaran awal di SMP.

Itukah cinta ? Saat itu saya mungkin menganggapnya cinta. Tapi kalau dipikir2 sekarang. Konyol ya ? Masak seusia itu jatuh cinta ? Tapi itulah warna-warni perasaan. Nah sekarang saya mulai nih inget-inget kembali kapan, dimana dan siapa petama kali saya benar-benar memiliki perasaan yang namanya cinta.

Omong - omong kalau sudah bicarain ini, takutnya suami atau pacar tau ya ? Tapi ga papa , kan hanya sekedar mengulang dan mengingat masa-masa dulu. Yuk, mari kita mengingat kembali masa itu , cekidot..

Menurut wikipedia ini, cinta adalah emosi yang kuat akan kasih sayang dari pribadi seseorang. Dalam konteks filosofis, cinta adalah kebajikan yang mewakili semua kebaikan manusia, belas kasih, kasih sayang, dan bentuk perhatian serta murah hati untuk tidak mementingkan diri sendiri”. Sedangkan dalam kamus besar bahasa indonesia menyebutkan bahwa cinta itu berarti suka sekali, sayang benar, kasih sekali, ingin sekali, susah hati (khawatir), risau.

Mari kita ulas menggunakan dua sumber ini. Mudah-mudahan dapat menggambarkan kapan pertama kali anda mengenal (jatuh) cinta pada seseorang. Kalau dalam kamus besar bahasa indonesia menggunakan kata hyperbola “paling”, berarti menggambarkan sesuatu yang lebih atau lain dari biasanya. Arti ini juga diperkuat dengan wikipedia, dimana di erjemahkan sebagai emosi yang kuat dari diri seseorang.

Berarti hal pertama yang dapat kita tangkap adalah suatu perasaan yang lebih yang tidak biasanya ketika kita menyukai sesorang. Mungkin kita dapat bedakan perasaan itu dengan cara membedakan perasaan kita terhadap teman atau sahabat. Walau dalam beberapa kasus sahabat dapat menjadi seorang kekasih. Tetapi setidaknya dasar pengukurannya begitu. Jika kita menyukai sahabat dan menyayangi dia, mungkin kita hanya memperhatikan dan memikirkannya dalam waktu tertentu saja. Namun ketika hadir seseorang yang mempengaruhi perasaan kita lebih dari perasaan itu ingin ketemu, dan selalu diingat (dibayangkan) dalam khayalan dengan perasaan yang lebih, mungkin ini dinamakan emosi yang kuat dari diri seseorang.

Dalam beberapa kasus kita akan sulit membedakan, mana itu suka, kagum dan cinta. Bagaimana ketika kita mengagumi seorang Justin Bieber, kemudian kita menyimpulkan bahwa kita mencintainya. Bisa dibedakan gak sih ? Pasti bisa dong, itu hanya sebatas rasa kagum dan mungkin suka. Artinya kagum dan suka berbeda dengan cinta dalam hal, “kemungkinan” atau “peluang” untuk menjalin hubungan dengan orang tersebut. Karena segala keterbatasan yang ada, mungkin juga usia dan lain sebagainya.

Sehingga dengan demikian, cinta dapat diterjemahkan lebih lanjut, bukan sesuatu yang tidak mungkin bahwa si dia tidak dapat menjalin hubungan dengan kita. Karena ada kesempatan, waktu yang kondisi dimana bisa saja kita menjalin hubungan dengan dia. Setidaknya hal yang “mungkin” dengan faktor pendukung ini yang bisa kita namakan Cinta.

Dengan pembatasan tersebut, kita mungkin dapat kembali membahas kapan kita terlibat atau jatuh cinta. Tentu saja pada orang yang berpeluang berhubungan dengan diri kita. Terlihat, dapat dihubungi, nyata, dengan segala faktor pendukungnya. Untuk menyimpulkanya, paling masuk akal, adalah teman “sekolah” atau Teman “bermain” pada saat kita remaja dulu.

Nah lho ? Semakin jelas bukan ? bahwa mereka dalam lingkungan itu memiliki peluang dan sangat masuk akal kalau kita menggambarkan dan menceritakan saat pertama kita terlibat atau jatuh cinta. Hmm paling tidak ini pengertian saya. Nah sekarang, mari kita ngaku. Siapa dia ? Teman sekelas , atau temanya adek atau kakak nih ? hahaha. Pasti seru yaa. Gimana rasanya ? Serr serrr gimana gitu. Sesuatu bangetttttt dehhh.

Nah, kalo ga mau ngaku. Saya mungkin bisa kasih beberapa lirik, lagu JERAT oleh penyanyi Harvey Malaiholo

Kala pertama kupandang

Pesona di wajahmu

Saat itu hatiku kan terpana

Tiada ragu lagi tiada bimbang lagi

Semuanya ingin kumiliki

Gelisah jiwaku ini

Dilanda bayanganmu

Kau mengkoyak dinding keangkuhanku

Kauciptakan rindu

Resah…resah…

Pun tiada menentu

Bila semalam pun tiada bertemu

Mimpi…mimpi…

Kan terasa oh..sepi

Bila kau tiada

Tampakkan senyummu

Nah lho.. Terjerat cinta mungkin begitu kali ya ? Selamat membayangkan masa lalu, hanya boleh dikenang dalam warna cerita hidup. Biarlah menjadi semangat untuk terus menyabut hidup yang lebih indah. Semua sudah berlalu. Ambil saja inti sarinya, cintailah orang terkasih anda saat ini, jerat lah dia dalam cintamu.

Salam Hangat,,,,,,....!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Design By:
free templates blogger