Cinta cinta cinta, kalo udah omong soal begini. Semua orang memiliki kisah yang menarik dalam hal ini. Boleh nanya gak ? Kapan pertama kali anda jatuh cinta ? Ayoo Mikir. Saya sendiri lupa, saat itu saya jatuh cinta atau cuman tertarik.Lalu kapan mulanya saya benar-benar jatuh cinta ? Mikir lagi. Hmmm ketika si dia, pertama kali aku kenal saat masuk tahun ajaran awal di SMP.
Itukah cinta ? Saat itu saya mungkin menganggapnya cinta. Tapi kalau dipikir2 sekarang. Konyol ya ? Masak seusia itu jatuh cinta ? Tapi itulah warna-warni perasaan. Nah sekarang saya mulai nih inget-inget kembali kapan, dimana dan siapa petama kali saya benar-benar memiliki perasaan yang namanya cinta.
Omong - omong kalau sudah bicarain ini, takutnya suami atau pacar tau ya ? Tapi ga papa , kan hanya sekedar mengulang dan mengingat masa-masa dulu. Yuk, mari kita mengingat kembali masa itu , cekidot..
Menurut wikipedia ini, cinta adalah emosi yang kuat akan kasih sayang dari pribadi seseorang. Dalam konteks filosofis, cinta adalah kebajikan yang mewakili semua kebaikan manusia, belas kasih, kasih sayang, dan bentuk perhatian serta murah hati untuk tidak mementingkan diri sendiri”. Sedangkan dalam kamus besar bahasa indonesia menyebutkan bahwa cinta itu berarti suka sekali, sayang benar, kasih sekali, ingin sekali, susah hati (khawatir), risau.
Mari kita ulas menggunakan dua sumber ini. Mudah-mudahan dapat menggambarkan kapan pertama kali anda mengenal (jatuh) cinta pada seseorang. Kalau dalam kamus besar bahasa indonesia menggunakan kata hyperbola “paling”, berarti menggambarkan sesuatu yang lebih atau lain dari biasanya. Arti ini juga diperkuat dengan wikipedia, dimana di erjemahkan sebagai emosi yang kuat dari diri seseorang.
Berarti hal pertama yang dapat kita tangkap adalah suatu perasaan yang lebih yang tidak biasanya ketika kita menyukai sesorang. Mungkin kita dapat bedakan perasaan itu dengan cara membedakan perasaan kita terhadap teman atau sahabat. Walau dalam beberapa kasus sahabat dapat menjadi seorang kekasih. Tetapi setidaknya dasar pengukurannya begitu. Jika kita menyukai sahabat dan menyayangi dia, mungkin kita hanya memperhatikan dan memikirkannya dalam waktu tertentu saja. Namun ketika hadir seseorang yang mempengaruhi perasaan kita lebih dari perasaan itu ingin ketemu, dan selalu diingat (dibayangkan) dalam khayalan dengan perasaan yang lebih, mungkin ini dinamakan emosi yang kuat dari diri seseorang.
Dalam beberapa kasus kita akan sulit membedakan, mana itu suka, kagum dan cinta. Bagaimana ketika kita mengagumi seorang Justin Bieber, kemudian kita menyimpulkan bahwa kita mencintainya. Bisa dibedakan gak sih ? Pasti bisa dong, itu hanya sebatas rasa kagum dan mungkin suka. Artinya kagum dan suka berbeda dengan cinta dalam hal, “kemungkinan” atau “peluang” untuk menjalin hubungan dengan orang tersebut. Karena segala keterbatasan yang ada, mungkin juga usia dan lain sebagainya.
Sehingga dengan demikian, cinta dapat diterjemahkan lebih lanjut, bukan sesuatu yang tidak mungkin bahwa si dia tidak dapat menjalin hubungan dengan kita. Karena ada kesempatan, waktu yang kondisi dimana bisa saja kita menjalin hubungan dengan dia. Setidaknya hal yang “mungkin” dengan faktor pendukung ini yang bisa kita namakan Cinta.
Dengan pembatasan tersebut, kita mungkin dapat kembali membahas kapan kita terlibat atau jatuh cinta. Tentu saja pada orang yang berpeluang berhubungan dengan diri kita. Terlihat, dapat dihubungi, nyata, dengan segala faktor pendukungnya. Untuk menyimpulkanya, paling masuk akal, adalah teman “sekolah” atau Teman “bermain” pada saat kita remaja dulu.
Nah lho ? Semakin jelas bukan ? bahwa mereka dalam lingkungan itu memiliki peluang dan sangat masuk akal kalau kita menggambarkan dan menceritakan saat pertama kita terlibat atau jatuh cinta. Hmm paling tidak ini pengertian saya. Nah sekarang, mari kita ngaku. Siapa dia ? Teman sekelas , atau temanya adek atau kakak nih ? hahaha. Pasti seru yaa. Gimana rasanya ? Serr serrr gimana gitu. Sesuatu bangetttttt dehhh.
Nah, kalo ga mau ngaku. Saya mungkin bisa kasih beberapa lirik, lagu JERAT oleh penyanyi Harvey Malaiholo
Kala pertama kupandang
Pesona di wajahmu
Saat itu hatiku kan terpana
Tiada ragu lagi tiada bimbang lagi
Semuanya ingin kumiliki
Gelisah jiwaku ini
Dilanda bayanganmu
Kau mengkoyak dinding keangkuhanku
Kauciptakan rindu
Resah…resah…
Pun tiada menentu
Bila semalam pun tiada bertemu
Mimpi…mimpi…
Kan terasa oh..sepi
Bila kau tiada
Tampakkan senyummu
Nah lho.. Terjerat cinta mungkin begitu kali ya ? Selamat membayangkan masa lalu, hanya boleh dikenang dalam warna cerita hidup. Biarlah menjadi semangat untuk terus menyabut hidup yang lebih indah. Semua sudah berlalu. Ambil saja inti sarinya, cintailah orang terkasih anda saat ini, jerat lah dia dalam cintamu.
Salam Hangat,,,,,,....!!!!
Senin, 11 Juni 2012
Lepaskan aku, please !!!!!
Lepaskanlah aku dari mantra cintamu
Yang terus mencoba merusak sistem otak kiri
Putuskan lah aku dari kepasrahaan cintamu
Yang terus menegukanku, dalam kemabokan
Yang tak terkendali
Aku mau lepas darimu
Aku mau sakiti harimu
Aku mau meninggalkanmu
Aku mau dan tak mau
Ada namamu
Dijantungku hatiku.....
Yang terus mencoba merusak sistem otak kiri
Putuskan lah aku dari kepasrahaan cintamu
Yang terus menegukanku, dalam kemabokan
Yang tak terkendali
Aku mau lepas darimu
Aku mau sakiti harimu
Aku mau meninggalkanmu
Aku mau dan tak mau
Ada namamu
Dijantungku hatiku.....
Hidup adalah Pilihan, Maka Pilihlah !!!!
Hidup memang begitu banyak pilihan, dan kita harus memilih. Kebijaksanaan sungguh menentukan jalan apa yang seharusnya dipilih.
Kehidupan memang adalah pilihan, dan kita harus berani untuk memilih jalan yang kita inginkan. Namun ketika kita telah memutuskan sebuah pilihan hidup, tentunya bisa salah bisa benar tatkala kita harus memilih. Namun itulah resiko hidup yang harus kita lakukan.
Keraguan yang kita miliki justru kadang bisa membuat kesimpangsiuran jalan hidup. Singkirkanlah keragu-raguan itu, jangan biarkan menyelimuti seluruh hidup kita.
Saat memilih dan itu ternyata benar, anggaplah itu keberuntungan dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai jalan kehidupan yang harus dipegang dengan sungguh-sungguh. Jadikan sebagai pilihan hidup menuju hidup yang lebih baik. Bersyukur dan berterimakasih atas pilihan yang benar yang telah diputuskan dan sebagai nasib baik yang telah didapatkan. Bahwa itu adalah sebagai kehendak Tuhan atas hidup kita dijalan yang seharusnya ditempuh dan dilalui.
Namun ketika, kita anggap pilihan yang dipilih itu adalah jalan salah dan menyimpang dari yang seharusnya, tak perlu juga menyisakan waktu untuk menyesalinya dan menangisinya. Akan tetapi gunakanlah waktu yang ada untuk merubah kesalahan memilih itu diarahkan ke arah yang benar dengan memperbaiki sudut pandang dan cara hidup yang lebih baik dengan memetik pembelajaran atas kesalahan yang telah dilakukan dimasa lalu.
Jangan menjadikan kesalahan sebagai pembenaran bahwa kita adalah manusia yang tak lepas dari kesalahan. Karena dengan demikian , kesalahan akan berulang kembali dan menyebabkan kita tak bisa lepas dari kesalahan yang lebih dalam lagi. Pembenaran yang akan selalu menjadi senjata atas kesalahan yang telah dilakukan.
Selanjutnya akan berkubang dalam kesalahan yang membuat kita sulit untuk terlepas dan keluar dari kubangan kesalahan.
Hidup adalah sebuah pilihan,jalan yang benar atau salah, kita sendirilan yang akan mempertanggungjawabkan semuanya.
Kita harus ingat, bahwa Tuhan telah memberikan pada setiap dari diri kita sebuah pusaka dan radar kebenaran yang bernama "hati nurani".
Bila setiap langkah kehidupan yang kita pilih, selalu menggunakan hati nurani sebagai patokan, maka tiada kesalahan yang akan terjadi. Karena hati nurani adalah juga sebagai tuntunan dari Tuhan menuju kepada kebenaran yang sejati.
Kinilah saatnya bagi kita sejenak untuk introspeksi diri akan pilihan hidup yang telah ditempuh.
Benar atau salah yang telah menjadi pilihan. Bila memang sudah benar, pertahankanlah sampai akhir hayat apapun yang terjadi. Namun bila ada kesalahan , janganlah ragu untuk berubah arah.
Semoga, apa yang telah kita pilih adalah jalan yang seharusnya kita lakoni menuju kesejatian diri.
Kehidupan memang adalah pilihan, dan kita harus berani untuk memilih jalan yang kita inginkan. Namun ketika kita telah memutuskan sebuah pilihan hidup, tentunya bisa salah bisa benar tatkala kita harus memilih. Namun itulah resiko hidup yang harus kita lakukan.
Keraguan yang kita miliki justru kadang bisa membuat kesimpangsiuran jalan hidup. Singkirkanlah keragu-raguan itu, jangan biarkan menyelimuti seluruh hidup kita.
Saat memilih dan itu ternyata benar, anggaplah itu keberuntungan dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai jalan kehidupan yang harus dipegang dengan sungguh-sungguh. Jadikan sebagai pilihan hidup menuju hidup yang lebih baik. Bersyukur dan berterimakasih atas pilihan yang benar yang telah diputuskan dan sebagai nasib baik yang telah didapatkan. Bahwa itu adalah sebagai kehendak Tuhan atas hidup kita dijalan yang seharusnya ditempuh dan dilalui.
Namun ketika, kita anggap pilihan yang dipilih itu adalah jalan salah dan menyimpang dari yang seharusnya, tak perlu juga menyisakan waktu untuk menyesalinya dan menangisinya. Akan tetapi gunakanlah waktu yang ada untuk merubah kesalahan memilih itu diarahkan ke arah yang benar dengan memperbaiki sudut pandang dan cara hidup yang lebih baik dengan memetik pembelajaran atas kesalahan yang telah dilakukan dimasa lalu.
Jangan menjadikan kesalahan sebagai pembenaran bahwa kita adalah manusia yang tak lepas dari kesalahan. Karena dengan demikian , kesalahan akan berulang kembali dan menyebabkan kita tak bisa lepas dari kesalahan yang lebih dalam lagi. Pembenaran yang akan selalu menjadi senjata atas kesalahan yang telah dilakukan.
Selanjutnya akan berkubang dalam kesalahan yang membuat kita sulit untuk terlepas dan keluar dari kubangan kesalahan.
Hidup adalah sebuah pilihan,jalan yang benar atau salah, kita sendirilan yang akan mempertanggungjawabkan semuanya.
Kita harus ingat, bahwa Tuhan telah memberikan pada setiap dari diri kita sebuah pusaka dan radar kebenaran yang bernama "hati nurani".
Bila setiap langkah kehidupan yang kita pilih, selalu menggunakan hati nurani sebagai patokan, maka tiada kesalahan yang akan terjadi. Karena hati nurani adalah juga sebagai tuntunan dari Tuhan menuju kepada kebenaran yang sejati.
Kinilah saatnya bagi kita sejenak untuk introspeksi diri akan pilihan hidup yang telah ditempuh.
Benar atau salah yang telah menjadi pilihan. Bila memang sudah benar, pertahankanlah sampai akhir hayat apapun yang terjadi. Namun bila ada kesalahan , janganlah ragu untuk berubah arah.
Semoga, apa yang telah kita pilih adalah jalan yang seharusnya kita lakoni menuju kesejatian diri.
Rabu, 06 Juni 2012
Langganan:
Postingan (Atom)




RSS Feed