Senin, 08 Oktober 2012
Karpet Ibu,,,,!!!!!!!
Ini adalah sebuah kisah nyata tentang Virginia Satir (seorang family therapist). Dalam sebuah rumah tangga, para anggota keluarga (ayah dan anak-anak) merasa tertekan dengan sikap si ibu yang sangat rewel terhadap masalah kebersihan, terutama terhadap karpet besar di ruang depan. Sang ibu selalu membersihkan karpet tersebut setiap ada jejak kaki yang menempel, disertai omelan dan ungkapan kekesalan lainnya. Setiap ada jejak kaki di atas karpet, dia segera membersihkannya. Menyuruh suami dan anak-anaknya melepas dulu sepatu sebelum melewati karpet atau meminta mereka lewat pintu belakang saja. Suami dan anaknya sudah sering mengatakan agar membiarkan saja.
Akhirnya si suami menemui Virginia Satir dan menceritakan persoalan tersebut. Pada hari yang telah dijanjikan, Virginia bertemu dengan ibu pembersih itu.
Virginia mengatakan kepada ibu itu, "Ibu, tolong pejamkan mata ibu sekarang..Ibu bayangkan bahwa Ibu melihat karpet Ibu sangat bersih..terlihat dengan jelas bulu-bulunya..dan terasa sangat lembut. Tidak ada satu pun bekas jejak kaki di atas karpet ibu..."Wajah sang Ibu terlihat cerah dengan senyum penuh kebahagiaan di bibir.
"Karpet Ibu masih bersih..tak terlihat satu pun jejak kaki di sana..dan itu berarti bahwa orang-orang yang Ibu cintai tidak berada di sekitar Ibu..Itu berati bahwa Ibu hidup hanya sendiri..Ya hanya Ibu..tidak ada orang-orang yang Ibu cintai.." Wajah sang Ibu terlihat sedih dan meneteskan air mata.
Kata-kata yang sangat powerful itu menyadarkan sang Ibu. Sejak saat itu sang Ibu tetap pembersih, tetapi setiap melihat jejak kaki di karpet, ia tak lagi marah, stress, atau mengomel dengan kesal. Sebaliknya, ia merasa bahagia karena itu berarti anak dan suaminya telah pulang. Semua orang yang ia cintai berada di dekatnya :)
Virginia berhasil membuat Si ibu melihat sebuah persoalan yang sama dari kacamata yang berbeda sehingga menghasilkan prilaku yang positif. Prinsipnya adalah mengubah masalah (yang tidak bisa lagi diubah) menjadi keuntungan.
Dalam bisnis yang sangat melibatkan penjualan langsung, kita juga sering bertemu sesuatu yang bisa membuat kesal, sedih, marah patah semangat,putus asa. Sesuatu itu tidak bisa kita hindari. Sesuatu itu bagian dari bisnis. Sesuatu itu sering disebut masalah. Masalah tersebut adalah PENOLAKAN ^^
Tidak bolehkan kita kesal, marah, terutama sedih saat ditolak? Tentu boleh! perasaan-perasaan, emosi-emosi tersebut justru sangat wajar. Harapan yang tidak sesuai kenyataan tentu saja tidak enak. Namun, apa keuntungan yang kita dapatkan jika terus bertahan pada emosi-emosi tersebut??
Coba anda bayangkan sekarang, anda melakukan penawaran bisnis kepada seorang sahabat. Tapi dia menolak...mencela..menertawakan. Bayangkan tertawanya..bayangkan sederetan kata-kata yang intinya mencela dan meremehkan..bayangkan semua itu..rasa sakit, terhina, down...
Kemudian bayangkan, anda tak lagi mendengar kata tidak. tak ada penolakan..tak ada lagi celaan..tak lagi tertawa mengejek. Bayangkan semua itu hilang...lenyap..dan itu berarti..anda telah kehilangan sebuah bisnis. Anda menutup jalan rezeki sendiri! Menghilangkan sebuah kesempatan mewujudkan mimpi. Yup, dementor telah menghisap kekuatan jiwa anda, merapuhkan semangat anda, sehingga akhirnya anda berhenti!
Jika anda tidak mengalami penolakan-penolakan lagi dalam penawaran bisnis anda, maka yakin saja itu pasti karena anda berhenti menawarkan. Berhenti berarti tidak lagi bergerak. Tidak lagi bergerak berarti mati. MATI = GAGAL!
Pertanyaannya, siapa yang rugi? siapa yang kehilangan mimpi?
Siapa yang menukar mimpinya dengan pelemahan jiwa?
Apakah mereka yang menertawakan akan membantu saat anda butuh duit?
Apakah mereka yang menghina akan membantu memberikan modal bisnis yang bonafid sesuai pandangan mereka tentang bisnis bonafid?
Apakah mereka yang menghina, mencela, menolak demikian berharganya sampai anda demikian menghargai mereka dengan "mendengarkan" mereka?
Dan sampai kapan hidup anda mau distir oleh pandangan-pandangan orang lain?
Ini hidup mereka atau hidup anda?
Jangan mau MATI saat masih memiliki nafas !!!!!!!
Langganan:
Postingan (Atom)



RSS Feed